Laman

Kamis, 15 Maret 2018

Liburan Musim Dingin

Halo semuanya !

Udah lama banget aku gak blogging. Terakhir nulis blog itu sebelum mulai Studienkolleg sekitar September 2016. Puji Tuhan sekarang Studienkolleg aku sudah selesai, dan sekarang aku udah mau mulai semester 2 tanggal 9 April nanti. Masa-masa lulus Studienkolleg adalah masa-masa yang paling menyenangkan sekaligus paling ribet. Waktu itu aku dapat jatah libur 4 bulan, dan aku putusin untuk bekerja.Aku kerja di sebuah perusahaan yang namanya Bosch dibagian Logistik. Pekerjaannya angkut-angkut barang, lapor dan catet kalau ada yang cacat atau tidak sesuai. Melalui kerja di perusahaan ini, saya jadi tahu kalau barang-barang merk Bosch kualitasnya memang bagus, karena jika barang cacat sedikit saja, atau kemasannya berdebu, tidak boleh dikirim ke konsumen. Enaknya kerja disini adalah dapat diskonan kalau beli barang barang merk Bosch :) Selain bekerja, aku juga ngelamar ke berbagai Universitas, contohnya di TU München jurusan Teknik Kimia dan KIT jurusan Teknik Industri. Tadinya aku mau coba daftar di RWTH Aachen, tapi gak jadi karena kotanya kecil banget :( Hahaha. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya diputusin untuk kuliah di TU München, karena berbagai faktor. Masuk kuliah disini itu tanpa tes. Jadi nilai Studienkolleg dan Interview harus bagus, supaya bisa diterima.
                                            Image result for tu münchen maschinenwesen
                                    sumber : fml.mw.tum.de (gedung tempat saya biasanya kuliah)

Jurusan Teknik Kimia adalah jurusan yang lumayan serakah. Selain belajar Kimia, kita juga belajar Teknik Mesin. Kalau kuliah disini, kita gak perlu absen, mau datang atau tidak, terserah. Kalau saya sih, selalu dateng, abisnya dosennya ganteng HEHEHHE. Yang wajib datang itu hanya saat Testate dan Praktikum.

Untungnya lagi di Semester 1 ini, dosen saya bicaranya bahasa Jerman 'normal', maksudnya tidak ada aksen-aksen bayerisch yang menyulitkan saya untuk mendengar. Setiap kelas juga selalu direkam dan diunduh di sebuah portal, sehingga bisa ditonton lagi dirumah. Di portal ini juga murid-murid bisa mengajukan pertanyaan 24/7 yang akan dijawab lumayan cepat oleh tutor-tutor yang bertugas. Saat ujian pun kita boleh membawa contekan. Contohnya saat ujian Matematika, setiap murid diijinkan membawa contekan 1 lembar A4 yang boleh ditulis apapun. Yang paling unik adalah ujian Mekanik (Technische Mechanik), dimana setiap murid diijinkan membawa 10 lembar bolak balik A4 yang isinya boleh apa saja, termasuk soal ujian tahun-tahun terdahulu beserta kunci jawabannya. Kalau bawa mas Fabian yang hobi lari marathon itu aja, boleh ?

Tapi jangan senang dulu. Selama ujian yang saya tempuh dalam waktu 90 menit dengan 7 soal. Saya sama sekali tidak sempat untuk melirik contekan yang saya buat. Bahkan saya tidak sempat untuk mengerjakan semua soal. Konon katanya, soal ujian memang didesain untuk tidak bisa diselesaikan dalam jangka waktu 90 menit.

Kalau kuliah disini, jangan harap bisa belajar dengan sistem SKS. Biasanya murid-murid disini selalu belajar minimal 1,5 sampai 2 bulan sebelumnya. Itupun sudah banyak yang mundur teratur (a.k.a : Eksmatrikulasi). Soal-soal ujian disini memang didesain supaya dalam setiap ujian minimal 30% tidak lulus). Sistem pembelajarannya pun agak unik, apabila dalam suatu ujian tidak lulus sebanyak 2x, maka pilihannya adalah drop out, dan anak itu tidak bisa kuliah dengan jurusan yang sama diseluruh Jerman. Ibaratnya angka kelulusan di Jerman itu seperti piramida yang runcing di atas, atau seperti Teori Seleksi Alam Darwin. Kalau tidak mau dipunahkan, ya memunahkan. Pacar saya pernah bercerita, awal dia masuk kuliah isinya 600 orang, dan setelah dia hampir lulus yang tersisa kurang lebih 120 orang. Ngeri-ngeri sedap. Intinya kalau masuk bersama, belum tentu keluar bersama. Tapi kata teman-teman saya yang sudah lulus, kalau mau berusaha dan belajar dengan rajin, pasti bisa lulus. Ya saya cuma berharap supaya saya bisa lulus juga.

Sedari saya kecil, tidak pernah terbesit sekalipun dipikiran saya untuk bisa keluar negeri. Apalagi bisa kuliah di TU München. Saya ingat sekali, waktu saya di sekolah dasar, saya itu pemalas sekali. tugas tidak pernah buat, ulangan jarang sekali lulus. Intinya saya itu super pemalas dan pecicilan.  Sampai-sampai guru bahasa inggris saya benci banget dengan saya. Saya juga sering banget ditimpuk sama kapur kalau guru mengajar. Cita-cita saya pun gak seperti anak-anak pada umumnya, yaitu menjadi pegulat (sumo). Sebelum memutuskan kesini, saya berpikir kalau bahasa Inggris saya aja belepotan, gimana caranya bisa belajar bahasa Jerman ? Pokonya saya cuma bisa ngomong "ich liebe dich". Tapi kan gak lucu kalau saya mesen makanan bilangnya "ich liebe dich", bisa-bisa saya ditampar orang kan. Kalau gitu jadi lucu dong.

Yaudahdeh segini aja cerita-ceritanya. Ya intinya kuliah dimana aja gak ada yang mudah. Ilmu itu diraih harus dengan doa, kerja keras, dan ketekunan. Percuma aja kalau kuliah di luar negeri tapi malas-malasan. Justru menurut saya bagusnya kuliah di luar negeri bukan hanya dilihat dari ilmunya saja, tapi mentalnya yang berubah. Gimana Jerman mengubah saya dari anak yang "menye-menye", jadi anak yang sedikiiiiiit lebih kuat.

Salam hangat dari München,

Caroline


Senin, 12 September 2016

Kegagalan pertama

Hmm. Jadi melalui blogpost ini, saya akan menceritakan tentang struggle dan titik down saya, serta apa yang membuat saya bertahan di negeri Panser ini.

Tanggal 26 Agustus lalu, saya bersama teman saya, Klaudia Leo, diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berangkat ke Deutschland dalam rangka melanjutkan studi. Sebetulnya saya tidak pernah menyangka saya akan berangkat bersama sahabat saya, karena masalah visa saya. Saya sangat khawatir karena visa saya benar-benar keluar mepet, dan ajaibnya, visa saya keluar pada saat dan jam yang bersamaan dengan teman saya.

Saya dan teman saya berangkat hanya bermodal 2 hal : Nekad dan Tekad.
Iya, nekad. Kami tanggal 1 September bakal ikut ujian. Sementara biasanya orang orang akan ngambil vorkurs dulu (les persiapan buat ujian), baru ujian tahun depannya. Iya tekad, karena hasrat kami yang dasarnya bosen nganggur, ya monggo dicoba.

Tanggal 27, kami berdua sampai di Flughafen München, lalu berangkat ke Würzburg keesokan harinya. Karena waktu yang sangat singkat (tanggal 1 saya harus Aufnahmepruefung di Karlsruhe), kami masih amatir dan super sibuk untuk membereskan barang bawaan kami, juga masih agak2 homesick, kami gak sempet belajar buat Aufnahmepruefung. Belajar sih, tapi paling gak matang banget. Sesampainya di Wuerzburg, kami langsung pesan bus, dan berangkat ke Karlsruhe keesokan harinya.

Di Karlsruhe, kami berdua menumpang di rumah kakak kelas kami. Kami selalu pulang malem, buat belajar bareng di Bibliothek KIT, sekalian mantengin cowok ganteng juga. Tiap hari pergi dan pulang, saya sama temen saya itu selalu ,,tos" sama tembok Studienkollegnya (kali-kali aja kalo begitu bisa diterima), bukan cuma tos, kadang saya senderan juga di temboknya. Kita juga ngikutin tutorium dari KMKI (thank you kak Peter, dan kakak lainnya jugaaa !).

Sebenernya apa sih yang bikin saya suka sama Studienkolleg Karlsruhe ?
1. Karena namanya. Karlsruhe.
Ruhe. Ruhe. Ruhe. Ruhe artinya ketenangan. Meskipun saya bawel, saya suka banget sama yang namanya tenang. Mungkin aneh ya, tapi saya bahkan gak bisa belajar kalau ada suara sedikit, kayak orang balik buku, atau buka pintu. Bahkan terkadang, suara orang napas terlalu kenceng itu bisa ganggu saya. Bibliotheknya (Perpustakaan) itu tenang banget, paling berisik kalau ada suara orang batuk.
2. Air kerannya enak
Dari semua air keran yang saya cobain di Jerman. Harus diakui, bahwa air keran di Bibliothek KIT itu paling enak, seger, dan gratis (ofcourse). Bahkan saking enaknya, saya bawa botol minum buat di refill air kerannya lol.
3. Akomodasi terbilang lumayan gampang.
Banyak Wohnung-wohnung yang available. Gak kayak di Muenchen, cari wohnung sama spongebob cari jodoh gampangan spongebob cari jodoh kali.

Thats it. Tapi gua harus menerima kenyataan. Kalau gua gagal. Gagal. Gagal (biar agak dramatis)

Jadi, pengumumannya itu tanggal 5 September hari Senin, sehabis gua ikut ujian di Muenchen, dan waktu itu saya lagi nginep di rumah kenalan saya. Namun entah kenapa, karena banyak yang harus diperiksa, mereka (KIT) ngundur pengumumannya jadi keesokan harinya (6 September) dan waktu itu saya lagi di bus menuju Wuerzburg. Sebenernya saya gak mau buka pengumuman itu, tapi karena teman saya buka dan dia diterima. Saya juga penasaran. Akhirnya saya buka, dan nangis.

Mungkin ada rencana Tuhan kenapa pengumuman itu diundur. SEANDAINYA, saya tau bahwa saya gak diterima waktu saya di Muenchen, mungkin saya bakal nangis di tempat saya nginep, dan itu malu banget.

Perasaan saya campur aduk. Takut, stress, dan sedih. Kenapa saya takut ? Karena Jerman memberlakukan aturan, kalau dalam jangka waktu tertentu, orang tersebut gak dapet Studienkolleg, maka visanya gak bakal bisa diperpanjang, dan pulang ke negara asalnya. Dan kalau pulang, kebayangkan waktu, uang, tenaga, dan pastinya kekecewaan keluarga ?

Sebenernya agak kontras sih. Disaat teman saya begitu senangnya diterima, dan mengabari semua orang. Saya lagi terhisak di dalam bis yang rame, berusaha untuk sembunyi dibalik mata bengkak supaya gak dilihat semua orang. Saya malu mengakui kegagalan saya, kalau saya gak diterima. Jadi kalau ada yang nanya saya, saya selalu jawab, saya belum lihat (padahal mah udah lihat). Saya udah bertekad untuk kuliah pada semester ini, saya gak mau buang2 uang, waktu dan tenaga lagi, dan kegagalan disini telah membuang 50% dari kesempatan saya. (saya hanya tes di 2 universitas, tes masuk muenchen akan saya ceritakan di post selanjutnya, beserta mengapa saya bisa gagal pada tes Karlsruhe ini).

Saya sampai di Wuerzburg sore, dan saya menangis kurang lebih 5 jam. Setelah nangis, kepala saya sakit, mata bengkak, dan ngantuk.

Pengumuman Muenchen masih 4 hari lagi (10 September) . Dan menunggu itu rasanya menyiksa banget.
Saya bertekad bahwa saya harus masuk Muenchen bagaimanapun caranya. Saya berdoa novena 3x salam Maria, doa Rosario, dengerin lagu-lagu Rohani, semua jurus saya keluarkan. Saya merasa dengan itu semua, saya mendapat kekuatan.

Namun tetep aja, saya down berat. Keesokan harinya, teman saya udah pergi ke Karlsruhe, saya sendirian di rumah, dalam keadaan depresi. Mungkin agak lebay ya, tapi 4 hari nunggu hasil Muenchen itu udah kayak 4 tahun. Saya berusaha agar 4 hari itu berlalu cepat dengan cara tidur-pergi-tidur.

Hari itu 7 september, kalau kalian belom tau. Jalanan di Wuerzburg itu kayak hiking. jadi sekalinya nanjak ya nanjak banget, sekalinya turun ya kayak mau jatoh. Saya sengaja bangun jam 8 pagi, lalu pergi ke pusat kota, dengan jalan kaki. Sebenernya disini disediain bus, karena jarak dari tempat tinggal saya ke kota agak jauh. Tau gak kenapa saya jalan kaki ? Saya sengaja, biar waktunya cepet abis, saya kecapean, sampe rumah cepet tidur. As simple as that. Kalau kalian mau tau, waktu saya post gambar di insta (Alte Mainbruecke), kelihatannya kayak saya lagi senang-senang, jalan-jalan sendirian. Padahal waktu saya post itu, saya lagi down berat ! Mana suasananya mellow banget, sepi, dibawah ada sungai, ada yang main violin, jones lagi. Kan bikin tambah mewek.


Alte Mainbruecke



Masak pun saya males. Pagi saya cuma makan koko crunch, siang koko crunch, malam koko crunch. Bahkan ketika makan pun, gak ada alasan apa-apa, saya nangis. Lagi di toilet, saya nangis. Mau tidur ? juga nangis.

Namun, saya sadar, saya gak boleh gini. Kalau baru gini aja udah mewek, gimana mau survive ?

Saya ingat satu buah quotes dari Merry Riana :

"Serahkan segalanya pada Tuhan, dan Dia akan memberikan jalan padamu. Yakinlah bahwa semua akan indah pada waktu-Nya. Dia akan menunjukkan jalan selangkah demi selangkah menuju kebaikanmu. Di dalam hidup ini, kita tidak bisa berharap segala yang kita dambakan bisa diraih dalam sekejap. Lakukan saja perjuangan dan terus berdoa, maka Tuhan akan menunjukkan jalan selangkah demi selangkah."

Saya berusaha menyusun lagi harapan saya, dan mengakui kegagalan itu bukan sesuatu yang memalukan. Kenapa saya malu kalo saya gak diterima ? Setiap orang punya kegagalan masing-masih, dan ini giliran saya. Gak selamanya roda akan selalu di atas, roda itu berputar juga. Justru ketika kita lagi dibawah, kita diuji, seberapa besar iman kita. Saya juga percaya doa saya pasti terkabul. Masuk Studienkolleg Wintersemester 2016/2017. Saya yakin, selama tujuan saya baik, dan usaha saya maksimal, Tuhan akan mengabulkan permohonan saya. Melalui kegagalan ini saya belajar, belajar untuk tidak sombong. Kalau saya diterima dua-duanya, bisa aja saya jadi sombong, merasa diri paling hebat, dan siapa yang sombong, pasti akan jatuh, saya juga bisa lebih menghargai apa yang saya dapatkan.

Tiba-tiba hari Jumat, 9 September, ada email masuk ke akun saya. Saya diterima. Studienkolleg (yang katanya) nomor satu di Jerman.

                                                                                        ---
(Masih di) Wuerzburg, 12 September 2016,


Caroline.


Jumat, 05 Februari 2016

PERSIAPAN MASUK UNIVERSITAS

Hai semuanya ! Jadi di post an kali ini, tugas aku adalah buat tulisan tentang persiapan masuk universitas. Sebenernya, perndaftaran universitas yang aku mau, pendaftarannya masih lama banget, kira-kira juli-september gitu ya, aku juga lupa hehehe.

Jadi, aku udah pernah buar tulisan yang judulnya ,,Meine Traumuniversitaet" yang artinya universitas impian. Yah, disini aku mau nambahin salah satu universitas impian aku satu lagi yaitu,

FREIE UNIVERSITAET BERLIN


Freie ini salah satu universitas top di jerman, dan masuknya pun gak mudah. Untuk masuk ke universitas ini, kita harus punya Deutschkenntnisse, atau kemampuan bahasa jerman, minimal B2, puji Tuhan, kemaren aku berhasil lompat ke B13, jadinya aku bisa superintensiv bahasa jerman april nanti, dan keburu ambil Goethe Zertifikat sebelum bewerbung atau pendaftarannya.

Berbeda dengan tempat kuliah lainnya, disini Zeugnis atau raport, apalagi raport kelas 12 sangat dibutuhin banget ! Jadi aku harus banting tulang supaya nilai ku bagus dan meningkat di semester 2 ini.

Alasan aku mau kuliah di jerman adalah karena kakak ku juga kuliah di jerman, dan aku lihat banyak perubahan positif semenjak dia ke jerman, selain itu biaya kuliah di jerman juga gak semahal kuliah di luar negeri lain kayak Australia, Amerika, dan lain-lain, juga karena aku cinta banget sama jerman, kulturnya, bahasanya, negaranya, artis-artisnya. ICH LIEBE LIEBE LIEBE DEUSTCHLAND SEHR UND MOCHTE DORT STUDIEREENNN BITTEEEEE.

Setelah aku lulus nanti (AMIN), aku gak mau nganggur-nganggur, untuk memantapkan ku supaya bisa hidup disana HAHA, tentunya selain ikut kursus bahasa jerman, aku juga ingin ikut kursus memasak dan komputer, karena dua keahlian itu mungkin aku butuhkan saat berada disana.

Aku juga harus mempersiapkan visa, bolak balik ke Botschaft (kedutaan jerman), terjemahin dokumen-dokumen ke penerjemah tersumpah, masih banyak hal yang harus aku perjuangkan.

Jadi perjuangan saya gak berhenti sampe lulus SMA aja, tapi perjuangan saya masih sangat panjang. Iya gua tau aneh karena dalam satu cerita kadang pake aku, kadang pake saya, kadang pake gue.

Gue cuma berharap, gue bisa bertahan menghadapi try out-try out, dimana dapet nilai bagus di try out pasti lebih susah dibanding nilai ulangan harian. Tapi gue akan berusaha semaksimal mungkin sampai titik darah penghabisan demi cita-cita gue ini *lebay*. Karena gue tahu, I'm not alone, Tuhan ada dan berjuang bersama-sama gue.

See you on the top
Berlin, masih Jakarta, 5 Februari 2016.

BERLIN HERE I COMEEEEEEEEEEEEEE !

Selasa, 19 Januari 2016

Langkah Penentu Masa Depan

Hai teman-teman ! Sebelum nulis, aku mau ucapin "HAPPY TUESDAY !".

Semoga selasa kalian indah ya. Maaf banget udah lama gak update post *kayak ada yang nungguin aja* . Kangen kan ? Kangen kan ? KANGEN KAN ?! Pasti kangen.
Yap teman-teman, sekarang saya yang niatnya rutin update post, ternyata gagal. Tidur aja gak rutin, gimana mau update blog ?
Jadi kan sekarang saya udah kelas 12, banyak banget ujian yang harus saya hadapi, namun saya tidak takut, karena Tuhan Yesus bersama saya ! Saya bener-bener butuh nilai kelas 12, karena di tempat kuliah yang saya tuju, kayaknya sih, cuma butuh rapor kelas 12, tapi saya belom cek ulang kepastiannya. Stress gak sih ? Stress banget. Meskipun cuma rapor kelas 12 doang yang dipakai, tapi saya gak kecewa kok, kan ijazah juga diitung dari semester 3,4,5. Saya cuma berharap supaya semester 2 ini, saya bisa mempertahankan atau lebih baik lagi jika bisa meningkatkan nilai-nilai saya. Untuk meningkatkan nilai tentu tidak mudah, harus ada perjuangan yang dilewati, sesuatu yang dikorbankan, isak tangis, suka duka, stress itu pasti, stress itu makanan sehari-hari. Nah, perjuangan apa saja yang harus saya lewati supaya ijazah kinclong ?

a. Belajar yang rajin
Nah, pasti temen-temen udah sering banget dengar kata yang satu ini "'Belajar yang rajin ya dek, supaya masa depanmu cerah". Menurut saya, dikelas 12 ini, kudu banget perhatiin guru di kelas, kerjain pr yang rajin dan jangan nyontek. Percaya deh, kelas 12 tuh banyak banget tugas, laporan praktikum, ulangan, pr, dll. Bahkan sekali ulangan 9 bab atau bahkan dari kelas 10 - 12, dan biasanya ada sehari yang ulangan nya ada dua, dan bahannya bejibun. Nah kebayangkan kalo kita gak ngerti apa yang guru jelasin di kelas ? Kalo ulangan, kita harus kelabakan gak ngerti apa-apa, dan percaya deh, sks gak bakal ampuh di kelas 12.
Dengan belajar yang rajin, emang engga menjamin kalo kalian pasti dapet nilai bagus, tapi setidaknya ilmu pengetahuan bertambah kan? Nilai itu penting, tapi menurut saya ilmu pengetahuan juga penting. percuma aja kalo nilai didapat dari cara-cara yang gak halal, tapi pas ditanyain "DING!" gak tau apa-apa.

b. Enjoy aja kalo guru kasih try out
Iya, kadang-kadang guru suka berinisiatif kasih kita try out sendiri. Emang sih bikin stress. BANGET. Tapi percaya deh, semakin sering kita latihan, semakin kita terbiasa, dan puji Tuhan, ujian-ujian bakal lebih siap dan lebih mateng serta lancar.

c. Rajin nanya
Emang sih, ini tipe-tipe anak ambis yang suka rajin nanya guru di depan. Ya gua juga salah satunya AHAHAHA. Hem, kadang-kadang banyak hal yang saya gak ngerti kalo guru jelasin di depan kelas, nah salah satu caranya, ya nanya sama guru yang bersangkutan kalo dia lagi free. Kadang-kadang saya juga nekat maju ke depan meskipun gak tau jawabannya apaan dan gak ngerti caranya. Tapi pede aja, gak digigit kok, paling diomelin, tapi gara-gara diomelin itu, jadi nyangkut pas ulangan.

d. Cari teman seperjuangan
Di kelas 12 ini, butuh banget orang yang sehidup seperjuangan, intinya nyari temen yang sama menderitanya kayak kita, biar kita gak sendirian dan saling memotivasi. Bukan temen seperjuangan yang negatif ya, tapi yang positif, biar sama-sama belajar bareng dan saling membantu satu sama lain.

e. Jangan suka numpuk kerjaan
Kalo ada kerjaan dan ada waktu, ya langsung dikerjain. Jangan ditumpuk-tumpuk, terus pas hari H kelabakan, apalagi kalo buat seni, saya harus buat seminggu sebelumnya.

f. TELITI
Yaampun, poin yang ini penting banget. Saya juga masih susah ngelakuinnya. Teliti aja pekerjaan sebelum dikumpulkan, baca soal hati-hati, jangan langsung tancep.

g. Carilah motivasi 
Saya butuh banget motivasi, terutama di kelas 12 ini, biasanya saya baca buku motivasi, biar saya tau, untuk apa saya belajar, untuk apa saya hidup. Buku motivasi favorit saya adalah "Mimpi Sejuta Dollar" karya Merry Riana, dan buku Anthony Robbins, tapi saya lupa judulnya apa. Buku itu mengajarkan saya, bahwa asal saya gigih dan berjuang, serta pasrah kepada Tuhan, saya bisa melewati semua rintangan yang ada.

h. Mintalah restu Tuhan dan orang tua
Engga, bukan buat nikah. Tapi kalo semua udah direstui orang tua dan Tuhan, puji Tuhan semua bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Menurut saya, itu aja sih tips-tips saya dalam menghadapi ujian. Semoga usaha yang saya lakukan tidak sia-sia, karena saya percaya, kalo kita sudah berusaha semaksimal kita, Tuhan pasti bantu kita juga untuk meraih yang terbaik.

Jakarta, 19 Januari 2016.

Atas nama Regina Caroline, 
SALAM SUKSES !






Kamis, 22 Oktober 2015

Sariawan

Udah beberapa kali gua menderita karena si lingkaran putih kecil yang begitu menyakitkan. Sariawan gua kali ini luar biasa besarnya, kayak kawah putih, dalem dan warnanya putih. Mau makan susah, mau ngomong susah, mau tidur susah, apalagi letaknya strategis banget. Karena putus asa, akhirnya gua memutuskan untuk memakai albothyl. Kalian tau albothyl ga ? Itu loh obat sariawan.

Jadi kemaren malem sebelum tidur, bokap gua selaku dokter bedah sariawan, memutuskan untuk menangani masalah sariawan gua yang sudah sangat membengkak, bahkan mulut gua sampe dowernya minta ampun, dan susah banget dikatup.

Proses penyembuhan dimulai dengan pembersihan sariawan dengan cotton bud, kapas, setelah dirasa bersih, proses menegangkan dimulai.

Bapak gua mulai meneteskan albothyl ke cotton bud sampe cotton budnya warna merah. Gua udah menjerit ketakutan, cici gua menjerit, nyokap gua ikutan. Kita semua jerit-jeritan. #inilebay.

Rasanya udah kayak ribuan jarum dihujam ke sariawan lu. Serius. Kayaknya sakitan albothyl daripada sakit hati. Bukan cuma ditempelin, bokap gua neken albothylnya kesariawan gua, dan dioles muter-muter sana sini. Gua yakin bakteri dalam sariawan gua meronta-ronta dan menendang-nendang, karena rasanya perih banget. Abis itu gua gak sadarkan diri alias ketiduran dengan air mata bercucuran.

Keeseokan paginya, lukanya masih sama aja gedenya, masih sama aja dalemnya. Rasa sakit tetap ada, cuma berkurang sedikit. Kulit bibir gua mengelupas, dan paginya gua kedapetan mimpin doa pagi di sekolah. Yaampun boro boro mimpin doa pagi, ngomong aja gua susah.

Sekian penderitaan gua.

kiss kiss
Caroline

Minggu, 18 Oktober 2015

Refleksi Ret-Ret 2015

Cahaya Itu Membimbingku
Aku adalah seorang pendosa. Dosa-dosaku sangatlah banyak. Aku malas pergi ke gereja, aku malas pergi ke sekolah, aku selalu mengeluh bahwa hidup ini tidaklah adil. Aku selalu membandingkan diriku dengan orang lain, sehingga menjadikan aku orang yang sulit untuk bersyukur. Aku merasa beban hidupku berat, sehingga aku tak mampu bangkit lagi. Aku membutuhkan sesuatu untuk menyegarkan jiwaku, mengangkat beban-beban hidupku yang begitu berat dan beristirahat sejenak.
Aku ibarat daun yang terombang-ambing di lautan. Mengalir tanpa arah dan tanpa tujuan. Aku tidak tahu kelak aku ingin menjadi seperti apa. Aku tahu aku ingin menjadi orang yang sukses, namun aku tidak tahu bagaimana caranya. Namun aku melihat secercah harapan, aku melihat seberkas cahaya, aku tahu Tuhan selalu berjalan bersamaku, membimbingku menuju masa depan yang cerah.
……………
            Tema ret-ret tahun ini adalah “Berjalan Bersama Tuhan, Menuju Masa Depan”. Saya sangat antusias mengikuti ret-ret ini. Saya berharap, setelah mengikuti ret-ret ini, saya bukanlah seorang pendosa lagi. Saya ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
            Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya belum tahu saya ingin menjadi apa. Saya seperti daun yang terombang-ambing. Dulu, saya ingin menjadi sumo, supaya saya bisa menginjak orang yang saya sebal, lalu cita-cita saya berubah lagi, saya ingin menjadi sarjana Teknik Elektro, setelah itu saya ingin menjadi seorang dokter, karena menurut saya, dokter adalah sebuah profesi yang bergengsi dan terpandang di kalangan masyarakat. Cita-cita menjadi seorang dokter akhirnya gagal juga, setelah insiden saya pingsan di laboratorium biologi setelah praktikum “Uji Golongan Darah”. Konyol bukan ?
Melalui ret-ret yang diadakan tahun ini, saya diajarkan untuk lebih mengenal siapa saya, menelusuri diri saya, serta potensi-potensi yang saya miliki. Saya sekarang mengetahui jurusan kuliah apa yang cocok bagi saya, setelah mengikuti tes kepribadian yang disediakan oleh frater-frater yang ada di sana.
            Frater di sana berkata, bahwa Tuhan senantiasa memberkati dan membimbing kita dimanapun kita berada. Saya terdiam sejenak. Kadang-kadang saya berpikir, dimanakah Tuhan berada ? Apakah Tuhan mendengarkan doa-doa saya ? Apakah Tuhan membantu saya dalam menghadapi pergulatan hidup ini ?. Ret-ret ini seolah-olah menyinggung saya. Mengapa saya meragukan Tuhan ? Tuhan yang Maha Besar, Tuhan yang Maha Dahsyat. Tuhan yang senantiasa menemani saya dimanapun saya berada, melindungi saya dari segala marabahaya. Kenapa saya tidak menyadari keberadaannya ?
            Sewaktu saya masih kecil, saya adalah anak yang nakal. Waktu itu siang hari, saya diajak oleh mbak saya untuk ke salon menemui mama untuk ikut potong rambut yang waktu itu rambut saya sudah panjang. Di tengah-tengah perjalanan, saya berlari-lari. Pada saat saya berlari, tanpa saya sadari ada motor yang melaju cukup kencang. Mbak saya sudah memperingatkan saya, bahwa ada motor yang melaju. Namun tanpa mendengarkannya, saya tetap berlari-lari sampai akhirnya saya tertabrak motor tersebut.
            Beruntung saya masih hidup, meskipun ada luka-luka di sekujur tubuh saya. Orang tua saya langsung pulang, dan menemui saya. Menurut saya, peristiwa itu juga ada campur tangan Tuhan. Tuhan masih menolong saya untuk selamat dari bahaya itu, meskipun ada luka di sekujur tubuh saya, yang menyebabkan saya tidak bisa berjalan selama beberapa waktu. Peristiwa itu juga membuat saya lebih hati-hati sampai sekarang, supaya tidak ceroboh. Hal itu adalah bukti cinta kasih Tuhan kepada saya. Mengapa saya baru menyadarinya sekarang ? Sungguh, ret-ret ini telah membuka hati dan pikiran saya, serta menyadarkan saya bahwa Tuhan selalu ada di samping saya.
            Berhadap-hadapan dengan romo, saya mengakui segala dosa dan kekurangan saya. Begitu banyak dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil yang mungkin tidak saya sadari, namun telah saya perbuat. Setelah keluar dari ruangan pengakuan dosa. Saya hening sejenak, merefleksikan kembali perilaku-perilaku apa saja yang telah saya perbuat selama hidup ini. Berterimakasih dan bersyukur kepada Tuahn atas berkat dan rahmat-Nya, serta pelindungan-Nya dan peringatan-Nya selama hidup ini, yang seringkali saya abaikan. Maafkan saya Tuhan.
            Daun yang terombang-ambing di lautan kini telah tiada lagi. Sekarang daun itu telah menemukan tujuannya. Orang yang buta dalam kegelapan tidak ada lagi. Sekarang orang yang buta telah melihat cahaya yang terang. Dimana cahaya itu yang memimpin orang itu untuk meraih impian-impiannya, dan yang saya yakini, cahaya itu adalah Tuhan Yesus Kristus, yang senantiasa membimbing saya menuju masa depan yang cerah.
                                                                                                          Regina Caroline XIIA2/29

            

Rabu, 14 Oktober 2015

Tahun Baru 1437 Hijriah

Selamat tahun baru 1437 hijriah bagi teman-teman yang merayakan !

Selamat liburan bagi yang engga merayakan :)

Siapa sih yang gak seneng liburan ? Semua orang pasti seneng sama yang namanya liburan. ya ga ?


Meskipun hari ini liburan, gue tetep bangun jam 5:30. Gatau ya, badan gue tuh udah kayak ke setting kalo jam 5:30 harus bangun, dan itu super annoying. Karena semua anggota keluarga masih tidur, dan udara pagi masih cerah, gue membuka laptop dan mulai mengerjakan tugas biologi #anakhaus. 

Gue selesai ngerjain tugas biologi kira-kira jam 9-an, abis itu keluarga gua udah pada bangun, karena males makan di luar, akhirnya kita delivery bakmi bintang gading sama bakso gorengnya yay, karena bakminya lama banget datengnya, gue mandi dulu.

Abis mandi dan makan, karena masih gabut, gue ngerjain tugas kimia yang PG super banyak di cetak dan sampe sekarang (sekarang jam 2 siang guys) belom juga selesai, gue gatau ada berapa ratus nomor, yang pasti otak saya lelah. sebenernya salah gue juga sih, tadi ketiduran hehehe.

Gue merasa gue kebanyakan tidur. Kadang-kadang saking kebanyakan tidur, kepala gue jadi suka sakit dan nyut-nyutan, langkah efektif untuk menghilangkan nyut-nyutan adalah dengan mencapekkan diri gue sendiri atau membuat diri gue lelah. Jadi gue berusaha membuat hari ini seproduktif mungkin.

Di sela-sela mengerjakan tugas kimia, gue nulis blog ini, dan kayaknya abis itu gue mau ke mall. HEHEHE. Tapi males juga sih ke mall, karena biasanya mall tuh kalo tanggal merah rame, film bagus juga lagi gaada, palingan adanya The Martian, lumayan bagus sih filmnya menurut gue, meskipun ceritanya tentang luar angkasa, tapi tetep gabosenin dan menarik.

Sekian deh dari post ini.

Kecup kecup

Caroline

Minggu, 04 Oktober 2015

Cindy and Cynthia's birthday dinner

Jadi sabtu kemaren gue pergi ke ulang tahun si kembar Cindy dan Cynthia. Gue dateng kira kira pukul 7, karena gue candle, jadi gue pake baju hitam. Tempatnya di media hotel, dekornya lumayan bagus kayak vintage gitu. Pas masuk kita disuruh kasih wishes dulu buat mereka. Disana gue ketemu temen-temen, banyakan sih anak sanur, tapi juga ada yang non sanur. Pas gue dateng langsung mulai acara makan-makan hehehehe. Terus gue ngumpul deh bareng natasha, klaudia, sama yang lain. Abis makan gue foto foto di photoboothnya, fotonya sih banyak, tapi gue males share banyak-banyak. Gue share dua aja ya nanti. Terus abis foto-foto gue makan lagi HAHAHHA. makan dessert dessert. abis itu games, pas games gue ga nonton, gue ke toilet sama natasha klaudia, abis itu baru games ke 2 gue ikutan bareng natasha sama temen temen cin dan cyn yang lain. Abis itu ngobrol, nonton video, dan gue pulang deh sekitar jam 9:30. Thank you Cindy Cynthia, semoga makin ++.


ceritanya niruin iklan sunsilk hehehe

Jumat, 02 Oktober 2015

Friends part 1

Jadi melalui post ke-6 ini gue akan menceritakan temen-temen gue di kelas 11 IPA 1. Merekalah yang membantuku untuk melewati ujian hidup ini. Who are they ?

1. Maria Cresentia Natasha 
Ini orang bawelnya minta ampun serius deh. Awalnya gue kira dia orangnya alim-alim gitu. Gue kenal dia pas sebelum semester 2 kalo gasalah gara gara gue sering duduk di depan, nah ini makhluk juga sering duduk di depan. Jadi kenal deh gue sama dia HAHAHA. rada nyesel juga sih. Si natasha ini otaknya encer kayak susu. Ini anak kerjanya beli baju di Berry Benka, dan rada gak modal, kalo mau beli baju pasti nyari diskonan pake kartu telkomsel. Dia juga jago olahraga, karate, muay thai, kick boxing, thai boxing, dsb. Orangnya galak, suka berargumen sama guru. 

2. Klaudia Leo
Bukan, bukan Panthera Leo, tapi Klaudia Leo. Gue kenal ini makhluk dari natasha. Bedanya sama natasha, ini makhluk rada pendiem dan sering jadi objek kejahilan gue. Maaf ya klau. Anaknya canggih dan digital banget. Semua yang berhubungan dengan komputer, si doi ini ngerti. Dia brilian di semua mata pelajaran. Super rajin. Cita-citanya mau ke Freie University of Berlin atau Humboldt University auch in Berlin. Ya, kudoakan saja yang terbaik untukmu. Oh iya sekarang gue ga sekelas sama Natasha lagi, AKHIRNYA YAA. Gue sekelasnya sama si Panthera Leo, ups. Jadi maaf ya klau kalo gue suka annoying dan bacotin lu. Gue tau kok lu sebenernya gedek, tapi objek kejahilan gue udah gaada semua, jadi tinggal lu doang HEHEHEHE.

3. Cynthia Kurniawan.
Ini makhluk aneh ke-3. Dari mukanya aja udah keliatan freak. Hobinya makan, serius deh, segala jenis makanan pasti diembat sama dia. Punya dompet, tapi dompetnya gak pernah di pake. Saking besar perutnya, duitnya selalu dimasukkin di selipan antara perut dan roknya. Kebayang gak sesaknya perut itu ? Kalo ke toilet laamaaaaa banget. Itu buang air kecil aja udah kayak buang air besar lamanya. Hobinya kalo dateng mepet-mepet bel. Tapi ini anak pinter lo. Si doi ini selalu masuk 5 besar bahkan juara 1 di kelas 10. 

dan pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.


Rabu, 30 September 2015

Meine TRAUMUNIVERSITÄT :)

Hai semuanyaaa, akhirnya udah post ke-5. Jangan bosen ya hahahaha. Jadi hari ini gue mau ngomongin tentang kegiatan gue yang lain. Bentar lagi kan gue lulus SMA, dan akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Semua orang pasti punya universitas impian kan, so do i. Jadi di post ini gue mau cerita-cerita tentang universitas impian gue hehehe.

1. Hamburg Universitat



2. Technische Universität Darmstadt


3. Universität Duisburg-Essen


Iya ketiga-tiganya di jerman. Also, moechte ich Mathematik als Fach studieren. Makanya gue tau itu ga mudah dan gue harus belajar lebih keras lagi. Untuk mempersiapkan studi gue, gue les bahasa jerman di goehte institut. Nah biasanya kalo ke jerman, kita butuh sertifikat B2, tapi sekarang gue masih level A2. Gue les tiap Sabtu dari jam 2 siang sampe jam 19:15. Tapi bener bener asik dan gak kerasa capenya. Yah ini semua kan baru RENCANA, namun manusia boleh berencana, Tuhan yang menentukkan. Semoga Tuhan mengabulkan doa ini. Amin.

Kamis, 24 September 2015

Wonderful Sunday.

hari Minggu kemarin (20-9-2015), saya pergi ke salah satu pusat kebudayaan, tempat les, dan informasi tentang jerman yaitu Goethe Institut. Mereka mengadakan acara bincang-bincang dengan Irwin Yousept.

Siapa sih Irwin Yousept ?



Yousept adalah seorang yang memotivasi saya profesor dan doktor di bidang matematika yang bekerja di Jerman. Awalnya, dia adalah tenaga pengajar di Technische Universtat Darmstadt, namun sekarang beliau bekerja di Universitat Duisburg-Essen. Alasan saya datang ke Goethe Institut adalah karena saya pengen lihat dia. Hehehe.

                                                  

Jadi, acaranya dimulai jam 14:00, tapi saya udah dateng dari jam 12:00, karena saya pengen duduk paling depan dan lihat Professor Irwin secara dekat, dan ternyata pas saya sampai, pintunya belom dibuka :(. Tapi, saya tidak kecewa, sembari menunggu professor, saya menemui teman saya yang bernama Khisa. Ah, gaenak pake kata "saya". Terus abis ketemu si Khisa, gue nungguin deh di depan pintu masuk goethe haus dan masih sepi ternyata soalnya masih pada les dan belom bubaran. Jadi gua foto-foto depan goethehaus. Duh pokoknya gue udah excited dan menggebu-gebu buat ketemu si Professor. Terus mungkin karena gatega sama kita berdua, jadi saat yang lain belom dateng, kita udah disuruh masuk kan, yaudah jadi kita yang registrasi pertama. Nama gue ada dipaling atas loh, gue yang dateng pertama duh bangga banget. Terus dapet kayak souvenir isinya tas, notes, post it, kupon makan sama professor, dsb. Pokoknya modal banget deh. Terus dengan santainya kita berdua disuruh masuk ke dalam goethehaus (semacam mini bioskop), dan masih kosong ternyata. Dengan pedenya kita duduk paling depan, dan di tengah. Pas kita duduk, ada tante tante jerman ngomong bahasa jerman ke kita yang artinya acaranya belom dimulai. Jadi terpaksa kita keluar lagi deh huft. Yaudah kita nunggu lagi di luar. Terus ketemu temen gue Klaudia. Jadi kita bertiga nunggu di depan. Pas kita nunggu di depan, si profesor keluar, sama fotografer gitu. Terus dia foto-foto. Terus gua mau pingsan.

.......

To be continued.




Jumat, 18 September 2015

sueña

hai ini baru post ke-3 dan masih ada 5 post to go.

Gue gatau mau nulis apa.

Gue bingung.

......

Kenapa judul blog ini sueña ? Sueña berasal dari bahasa Spanyol yang artinya mimpi. Kenapa harus pake bahasa Spanyol ? Gapapa, biar gaul aja.

Oke topik hari ini yang nyangkut di otak gue adalah MIMPI. Semua orang pasti punya mimpi, karena kalo gaada mimpi, buat apa kita hidup ? Gue juga punya mimpi, mimpi gue adalah jadi orang sukses biar bisa nyenengin orang tua gue dan bantu sesama. Tapi untuk mencapai mimpi itu pasti ada harga yang harus dibayar kan ? Untuk mencapai mimpi itu, kita harus sekolah yang rajin, meraih pendidikan setinggi-tingginya. Emang sih ngomongnya enak, tapi dijalaninnya itu susah banget. Setelah selesai sekolah, kita bisa aja langsung kerja, nikah, atau juga bisa kuliah dulu. Kita harus tau bakat kita apa, minat kita apa, tujuan hidup kita apa. Kita juga harus jeli melihat peluang-peluang dan kesempatan-kesempatan kecil yang ada di sekeliling kita. Namun kadangkala kita hanya bersikap sombong, dan mengaibaikan kesempatan-kesempatan kecil yang mampir, dan hanya memerdulikan kesempatan yang besar. Padahal bisa jadi kesempatan kecil itu bisa menjadi batu loncatan yang membawa kita menjadi pribadi yang besar (bukan besar badannya, tapi besar namanya). Kesombongan itu berbahaya dan bisa menjatuhkan kita.

Tidak bisa dipungkiri, saya sebagai manusia kadangkala suka sombong dan besar kepala jika dipuji-puji. Namun kadang-kadang kesombongan itu membuat saya lupa diri, menjadi malas dan sok hebat. Sombong itu sungguh merugikan. Kadang-kadang di kehidupan ini, banyak orang yang menjatuhkan kita dan senang jika melihat orang lain menderita.

Definisi sukses menurut orang berbeda-beda, ada yang menilai sukses dari materi, kepopuleran dan sebagainya, Menurut saya semua itu baik, asal jangan lupa berbagi kepada saya HAHAHA, dan dicapai dengan kebaikan juga (kejujuran, dsb)

Setelah itu, kita hanya perlu melangkah dengan doa dan kerja keras. Saya sangat yakin dengan quotes yang satu ini :

"Bersakit-sakitlah dahulu, bersenang-senang kemudian"

Kita berjuang habis-habisan untuk meraih cita-cita kita, sisanya biarkan Tuhan yang bekerja.

SEE YOU AT THE TOP !




Selasa, 01 September 2015

Sempit

Sempit ? Iya sempit. Bingung ya kenapa judulnya sempit ? Karena rok sekolah gue mulai menyempit. Gue menggendut kawan. Kata orang kalo orang happy dia menggendut, tapi gue tiap hari stress kenapa tetap menggendut?

Oke oke makin geje.

Jadi hari ini gue ulangan integral yuhuuu, demi ulangan ini gue belajar sampe jam 2 pagi, selama proses belajar itu gue hanya berhasil mengerjakan 5 nomor. Emang guruku yang satu itu kalo kasih soal ulangan susahnya dahsyat. Ada akar di dalam akar di dalam akar dan seterusnya. Akar itu bukannya yang kenyel-kenyel ya ? Eh itu agar. #makingaje

Yah meskipun gue belajar sampe jam 2 pagi, dari 7 nomor gue gabisa 2, 0,5 gak yakin, 4,5 gatau. Berharap yang terbaik saja hehehe. Sebenernya gue sempet-sempetin nulis blog ini padahal besok gue ulangan kimia. SEDIH KAAAN ?

Duh gue gatau nih mau nulis apalagi.

Jadi tadi yang keluar di ulangan gue tuh banyakan integral substitusi. Ngapain sih disubstitusi ? Kalo pangkatnya gede, ribet-ribet, misalin aja, jadi lebih mudah untuk dikerjakan, dan buat ngerjain integral substitusi apalagi yang ada trigononya, jangan lupa hafalin rumus-rumus trigono kelas 11.

Makin ngawur ya postnya ?

Nih gue kasih contoh soal integral substitusi dari internet aja ya,



Jangan lupa ya C nya ditulis.

See you on the next post !

Selasa, 25 Agustus 2015

Perkenalan

Halooo semuanya, jadi dalam rangka mengerjakan tugas TIK, dibuatlah blog ini, karena tak kenal maka tak sayang, jadi kenalan dulu yuk. jadi nama gue Regina Monica Caroline Alimin, biasa dipanggil Olin. Lahir tanggal 30 Mei 1998, berbintang gemini dan berjenis kelamin perempuan. Hobinya membaca buku anakrajin. TK, SD, SMP bersekolah di SMP Santo Yakobus dan SMA di Santa Ursula. Apalagi ya ? bingung nulis panjang-panjang. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa mau masuk SMA Santa Ursula *sambil puter lagu teka-teki Raisa*. Kenapa ya gue mau masuk Sanur ? gue juga bingung, udah gak ada cowoknya, hari sabtu masuk, ulangan banyak. Awal masuk Sanur tuh beraaattt banget, gue inget banget tiap hari rasanya stress, uban bertambah, sampe googling "cara menikmati hari sekolah" HAHAHA. tapi tips tips di internet gaguna banget buat anak sanur, gue inget banget salah satu tipsnya :

            "Alasan kita pergi ke sekolah adalah supaya bisa ketemu gebetan setiap hari"

Krik-krik.

Tapi lambat laun gue mulai bisa menyesuaikan ritme anak sanur hehehe. Sebenernya gua juga ganyangka bisa diterima di sanur, secara otak gue biasa aja gituu hehe, bahkan banyak temen-temen gue yang pinter ga diterima, gue jadi kesengsem sendiri kalo inget-inget.

Sebenernya gue gak ada rencana masuk sanur sama sekali, tapi karena cici gue di sanur, jadi lah orangtua gue memutuskan untuk pindahin gua ke sanur, tapi karena denger-denger kalo soal tes masuk sanur susah banget, mulailah gua cari SMA-SMA lain yang kualitasnya sejenis sanur, kayak penabur. Jadi gua daftar tes masuk sanur dan penabur. Dulu yang diujikan di sanur pertama kali psikotes, gua yang merasa IQ gak tinggi tinggi banget merasa rendah diri. Gimana gak rendah diri, pas kertasnya dibagiin gua masih cengo ini soal apaan, sementara atas bawah kanan kiri gue ngerjain dengan lancar. yaudah hari pertama let it go aja.

Hari kedua kalo gak salah ujiannya matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris. matematikanya susaaaahhh banget. kayaknya masih lebih susah dari kata susah, dari 20 soal, gua cuma bisa 3 kali, itu pun gak yakin, tapi gua coba coba ngutak ngatik isi meskipun ngasal HAHAHHAHAH. jadi hari kedua let it go juga.

Semenjak hari kedua, keyakinan gua buat diterima di sanur cuma 15%, dan semenjak saat itu, gua jadi deg-degan nunggu hasil pengumuman.

Sebelum pengumuman diterimanya sanur, penabur ngumumin duluan, dan tanpa disangka-sangka gua diterima kan yah, gua juga bingung kenapa diterima, orang pas tes gua cuma cap-cip-cup. mungkin hoki gua gede kali hehehe. kan sejak saat itu jadi galau dong, penabur udah minta bayar, sementara pengumuman sanur masih lama banget gitu. Jadi dengan kerelahan hati, saya lepas deh penabur.

Nah sambil nungguin pengumuman sanur, hati tuh gak tenang banget, karena kalo gak diterima di sanur, gua gak tau mesti sekolah dimana, namun akhirnya takdir berkata lain, gue diterima di sanur. Seneng sih seneng banget. Inget banget pas gua diterima langsung dirayainn di dunkin donuts kantor pos. Jadi, dunkin donuts bagi gua adalah tempat yang legendaris dan selalu gue kenang.

See you on the next post !


coba tebak, saya yang mana ?